QUANTUM TEACHING

  1. PENDEKATAN QUANTUM TEACHING

Quantum adalah sebuah temuan yang telah menyelamatkan manusia dari bencana ultraviolet, Quantum training telah menyelamatkan manusia dari bencana “ultrasekolah” dan “ultrabelajar” Quantum pertama kali ditemukan oleh Max Planck pada akhir abad ke -19. Ia manemukan sebuah rumus fisika yang sahuh yang dapat menanggulangi bencana ultraviolet. Sejak saat itu istilah Quantum digunakan pada banyak aspek kehidupan yang antara lain digunakan pada bidang pendidikan dan pembelajaran.

Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan ditemukan sebuah pendekatan pengajaran yang disebut dengan Quantum teaching, Quantum teaching bahkan menggugat cara mengajar yang selama ini dilakukan secara “turun temurun”. Quantum teaching dikembangkan oleh seorang guru dalam pembelajaran. Quantum teaching sendiri berawal dari sebuah upaya Dr. Georgi Lozanov, pendidik asal Bulgeria, yang bereksperimen dengan suggestology. Prinsipnya, sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil belajar.

Kata Quantum sendiri berarti interaksi yang mengubah energy menjadi cahaya. Jadi Quantum teaching menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsure yang ada pada siswa dan lingkungan balajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Bila metode ini diterapkan, maka guru akan lebih mencintai dan berhasil dalam memberikan materi serta lebih dicintai anak didik kerena guru mengoptimalkan berbagai metode. Interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar pada peserta didik.

  1. ASAS UTAMA QUANTUM TEACHING

Quantum teaching bersandar pada konsep ini: “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Maksudnya yaitu mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia murid sebagai langkah pertama. Untuk mendapatkan hak mengajar, pertama-tama kita sebagai pengajar harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan murid. Sertifikat mengajar atau dokumen yang mengizinkan mengajar atau melatih hanya berarti bahwa memiliki wewenang untuk mengajar. Hal ini tidak berarti bahwa mempunyai hak mengajar. Mengajar adalah hak yang harus diraih, dan diberikan oleh siswa, bukan oleh Depertemen Pendidikan. Belajar dari segalah definisinya adalah kegiatan full-contact. Dengan kata lain belajar melibatkan semua aspek kepribadian manusia-pikiran, perasaan dan bahasa tubuh disamping pengetahuan, sikap, dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Dengan demikian, karena belajar berurusan dengan orang secara keseluruhan, hak untuk memudahkan balajar tersebut harus diberikan oleh pelajar dan diraih oleh guru.

  1. PRINSIP QUANTUM TEACHING

Selain itu, ada beberapa prinsip Quantum Teaching, yaitu:

ü  Segalanya berbicara, lingkungan kelas, bahasa tubuh, dan bahan pelajaran semuanya menyampaikan pesan tentang belajar.

ü  Segalahnya bertujuan, siswa diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang diajarkan

ü  Pengalaman sebelum memberikan nama, otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu.

ü  Akui setiap usaha, menghargai usaha siswa sekecil apapun.

ü  Jika layaj dipelajari, layak pula dirayakan, kita harus memberikan pujian pada siswa yang terlibat aktif pada pelajaran kita.

Quantum teaching akan membantu siswa dalam menumbuhkan minat siswa untuk terus belajar dengan semangat. Quantum teaching juga sangat menekankan pada pentingnya bahasa tubuh. Seperti tersenyum, bahu tegak, kepala ke atas, mengadakan kontak mata dengan siswa dan lin-lain. Humor yang bertujuan agar KBM tidak membosankan. Guru juga perlu memiliki Emotional Intelligence, yaitu kemampuan kita untuk matang mengelolah emosi.

  1. MODEL QUANTUM TEACHING

Model Quantum teaching hampir sama dengan sebuah simfoni. Kita dapat membagi unsure-unsur tersebut menjadi dua kategori :

a)      Konteks adalah latar utuk pengalaman anda. Konteks merupakan keakraban ruangan orkesttttra itu sendiri (lingkungan), semangat konduktor dan para pemaian musiknya (suasana), keseimbangan instrument dan musisi dalam bekerja sama (landasan), dan interpretasi sang maestro terhadap lembaran music (rancangan).

Konteks menata panggung mempunyai empat aspak :

  1. Suasana,  maksudnya adalah suasana kelas mencakup bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati dengan siswa, dan sikap guru terhadap sekolah serta belajar. Suasana yang penuh kegembiraan membawa kwgwmbiraan pula dalam belajar.
  2. Landasan, tujuan, prinsip, kesepakatan, keyakinan, kebijakan, prosedur, dan aturan bersama yang memberi guru dan siswa sebuah pedoman untuk bekerja dalam komunitas belajar.
  • Tujuan, di kelas tujuan yang sama bagi seluruh siswa adalah mengembangkan kecakepan dalam mata pelajaran, menjadi pelajar yang lebih baik dan berinteraksi sebagai pemain tim, serta mengembangkan keterampilan lain yang dianggap penting.
  • Prinsip, gambaran tentan cara yang dipilih para anggotanya untuk menjalani kehidupannya. Berikut ini ada prinsip Quantum teaching yang biasa disebut 8 kunci keunggulan :

ü  Inteegritas

ü  Kegagalan awal kesuksesan

ü  Bicaralah dengan niat baik

ü  Hidup di saat ini

ü  Komitmen

ü  Tanggung jawab

ü  Sikap luwes atau fleksibel

ü  Keseimbangan

  • Keyakinan, yakinlah dengan kemampuan mengajar dan kemampuan siswa belajar
  • Kesepakatan, lebih formal daripada peraturan, dan merupakan daftar cara sederhana dan konkrit untuk melancarkan jalannya pelajaran.
  • Kebijakan, mendukung tujuan komunitas belajar dan menjelaskan urutan tindakan untuk situasi tertentu.
  • Prosedur, memberitahu siswa apa yang diharapkan dan tindakan apa yang diambil.
  • Perturan, lebih ketat daripada kesepakatan atau kebijakan.
  1. Lingkungan, yaitu cara guru menata ruangan kelas. Semuah hal yang mendukung proses belajar:
  • Lingkungan sekeliling
  • Alat bantu
  • Pengaturan bangku
  • Tumbuhan, aroma, hewan peliharaan, dan unsure organic lainnya.
  • Music
  1. Rancangan, penciptaan terarah unsure-unsur oenting yang bisa menumbuhkan minat siswa, mendalami makna, dan memperbaili postur tukar-menukar informasi.

Kerangka Rancangan Belajar Quantum Teaching TANDUR :

  1. Tumbuhkan

Manaat kehidupan pelajar dengan menyertai diri mereka, pikat mereka, Tumbuhkan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaatnya BagiKu” (AMBAK).

  1. Alami

Ciptakan atau datangkan pengelaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar.

  1. Namai

Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus strategi, sebuah “masukan”.

  1. Demonstrasi

Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa mereka tahu misalnya dengan sandiwara, video, permainan, rap, lagu, penjabaran dalam grafik.

  1. Ulangi

Tunjukan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan, pengulangan memperkuat koneksi saref danmenumbuhkan rasa “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini”.

  1. Rayakan

Pengakuan untuk menyelesaikan, partisipasi, dan memperoleh ketrampilan dan ilmu pengetahuan.

Jika keempat aspek ini ditata dengan cermat, suatu keajaiban akan terjadi. Konteks itu sendiri benar-benar menciptakan rasa saling memiliki, yang kemudian akan meningkatkan rasa memiliki dan penghargaan. Kelas akan menjadi komunitas belajar, tempat yang dituju para siswa dengan senang hati, bukan karena keterpaksaan.

  1. Isi, anggaplah sebagai lembaran music.

Guru adalah salah satu factor yang paling berarti dan berpengaruh dalam kesuksesan siswa sebagai pelajar. Berikut adalah empat komunikasi ampuh, yaitu:

  • Munculkan kesan, manfaatkanlah kemampuan otak untuk menyediakan asosiasi yang kaya.
  • Arahkan focus, memanfaatkan kemampuan oatk yang mampu memilih dari banyaknya input indrawi, dan memusatkan perhatian otak.
  • Inklusif, didalam perkataan seorang guru harus menimbulkan asosiasi yang positif.
  • Spesifik, katakanalah apa yang perlu dikatakan dengan kejelasan sebanyak mungkin dan jumlah kata sedikit mungkin.
  1. PENERAPAN QUANTUM TEACHING DALAM PENGAJARAN

Perlu kita sadari bahwa ketika proses pembelajaran berlangsung seluruh aspek kejiwaan siswa dan guru terlibat. Bukan hanya fisik pikiran, perasaan, pengalaman, bahasa tubuh, dan emosipun terlibat. Ini menunjukan bahwa pada setiap pembelajaran, prosesnya tidak sesederhana yang kita bayangkan selama ini. Wajar saja bila pada awal pembelajaran seorang guru memasuki ruangan belajar dengan wajah yang merengut atau suram, proses pembelajaran dapat diperkirakan berlangsung dalam suasana yang menegangkan dan melelahkan.

Sebaliknya, ketika seorang guru memasuki ruangan dengan wajah yang ceria dan menampilkan seuntai senyuman, suasana pembelajaran akan berbeda seratus delapan puluh derajat dibandingkan dengan suasana pembelajaran yang di atas. Ras senang belajar akan tumbuh dalam diri siswa. Kedekatan guru dengan siswa mulai terbangun dan ikatan emosi akan terjalin.

Setelah ikatan emosi terjalin, saatnya seorang guru mulai membawa siswa ke dunia guru. Apapun materi yang disajikan (konsep, teori, topic, rumus, kosakata dan lainnya) dan eksplorasi lebih mudah dipahami siswa. Otomatis pembelajaran melibatkan seluruh aspek kejiwaan siswa dan guru. Bila ini terjadi, semua materi yang dipelajari akan dirasakan kebermaknaannya oleh siswa. Guru akan semakin berkembang wawasan dan pengalamannya melalui proses tersebut. Siswa tidak diliputi rasa takut dalam menyampaikan pertanyaan. Demikian juga guru dalam merespons pendapat siswa senantiasa menanggapi dengan gaya dan bahasa penuh motivasi dan empati.

Suasana pembelajaran yang santai dapat diciptakan bila guru menyadari bahwa materi-materi pelahjaran yang dipelajari akan melekat lebih lama dalam otak siswa bila suasana tidak kaku dan tidak serba procedural. Lagi pula agar materi yang dikaji lebih bermakna bagi anak, rasanya dalam suasana santai akan lebih terasa.

Dalam suasana santai proses pengedapan berlangsung lebih lama karena materi yang diterima akan bersentuhan dengan pengetahuan sehimpun yang berseliweran dalam otak siswa. Dngan terciptanya ikatan emosi antara siswa dan siswa, guru an siswa, hasil pembelajaran akan lebih mendalam dan bermakna.

Pembelajaran Quantum Teaching telah dicoba diadopsi dalam strategi pembelajaran yang diterapakn disekolah-sekolah kita. Berdasarkan UU RI/ 2003, PP RI NO.19/2005 dan Permen Diknas RI No.41/2007 ditetapkan Standar Proses Pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Salah satu contohnya diterapkanya strategi PAKEM = Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Pakem merupakan strategi pembelajaran terpadu yang melibatkan variasi metode, teknik, media/sumber belajar dan evaluasi hasil belajar. Pembelajaran aktif bertolak dari pandangan bahwa dalam belajar siswalah harus aktif, dalam arti siswa harus aktif mengkonstruksikan pengetahuan di dalam dirinya sendiri. Pengetahuan merupakan penciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman dan interaksinya dengan likungan, prises pembentukan berjalan terus menerus dan setiap kali terjadi rekonstruksi karena adanyapengalaman yang baru. Pembelajaran aktif bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yasng dimiliki oleh peserta didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan. Pembelajaran kreatif menekankan kepada bagaimana guru memfasilitasi kegiatan belajar siswa sehingga suasana belajar siswa kondusif, hal ini menuntut kreativitas guru dalam mengemas bahan pembelajaran. Dengan pengemasan pembelajaran yang kreatif diharapkan siswa juga dapat terangsang untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif. Pembelajaran efektif dilaksanakan dengan menerapkan prosedur pembelajaran yang sistimatis dan sistemik. Hal ini dilakukan dengan pendekatan pembelajaran yang inovatif seperti belajar kooperati, konstekstual, dan belajar berbasis masalah. Pembelajaran menyenagkan dapat dimulai dengan menciptakan kondisi yang memungkinkan peserta didik memiliki pengalaman belajar yang melalui berbagai sumber, baik sumber yang dirancang maupun yang dimanfaatkan.

Maka stertegi pakem yang diterapkan akan meningkatkan peran guru menjadi lebih bermakna lagi yaitu sebagai fasilitator dan motivator pembelajaran. Guru dituntut harus mampu merencanakan, menciptakan dan menemukan kegiatan yang bersifat menantang yang akan membuat peserta didik berpikir, member alas an logis, menggunakan pikiran secara baik.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s